Kab. Mojokerto (MTsN 2) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Mojokerto kembali menorehkan  tinta emas dalam sejarah kepramukaan tingkat Jawa Timur. Pramuka Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 (Pramtsneda), pasukan pramuka madrasah ini berhasil mempertahankan predikat Juara Umum Satu dan membawa pulang Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Tropi diserahkan kepala kepala madrasah Misbakhul Arifin, pada Rabu (28/01). Penyerahan dilaksanakan pada apel pagi di halaman madrasah.

Prestasi gemilang ini diraih dalam ajang bergengsi Islamic Scout Competition (ISC) XI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh SMU Berbasis Pesantren (BP) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto. Kompetisi yang mempertemukan ratusan anggota pramuka dari berbagai daerah ini dikenal memiliki standar penilaian yang ketat dan disiplin yang tinggi.

Penyerahan trofi juara umum dilakukan secara khidmat oleh anggota pramuka yang ikut lomba secara bergantian kepada Kepala MTsN 2 Mojokerto, Misbakhul Arifin. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi MTsN 2 Mojokerto sebagai “kekuatan utama” dalam dunia pramuka berbasis islami di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Mojokerto, Misbakhul Arifin, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota pramuka yang telah berjuang di lapangan, serta para pembina yang tidak kenal lelah memberikan bimbingan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota pramuka MTsN 2 Mojokerto. Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan doa yang konsisten baik dari orang tua dan guru. Mempertahankan gelar untuk keempat kalinya jauh lebih sulit daripada meraihnya pertama kali, namun kalian membuktikan bahwa kita mampu,” ujar Misbakhul Arifin dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa prestasi ini bukan sekadar tentang trofi, melainkan tentang pembentukan karakter, kemandirian, dan ukhuwah islamiyah di antara para siswa. Kemenangan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, demi mengharumkan nama madrasah dan Kementerian Agama di kancah Jawa Timur. (S. Zaim)